<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dikmusik's Blog</title>
	<atom:link href="http://dikmusik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dikmusik.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Feb 2009 08:58:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dikmusik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dikmusik's Blog</title>
		<link>http://dikmusik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dikmusik.wordpress.com/osd.xml" title="Dikmusik&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dikmusik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MANFAAT PENDIDIKAN MUSIK BAGI ANAK</title>
		<link>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/19/manfaat-pendidikan-musik-bagi-anak/</link>
		<comments>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/19/manfaat-pendidikan-musik-bagi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 08:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dikmusik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dikmusik.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[  Oleh Sandie Gunara Abstrak Manfaat pendidikan musik bagi anak, hal ini dipandang perlu untuk diungkapkan, karena pada dasarnya mengetahui manfaat pendidikan musik bagi anak merupakan bagian yang sangat menunjang dalam rangka mengisi proses kehidupan di masa depan. Musik tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata, musik tidak akan dianggap lagi kurang memberikan kontribusi untuk kehidupan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dikmusik.wordpress.com&amp;blog=6414904&amp;post=14&amp;subd=dikmusik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0 0 10pt;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0 0 10pt;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Oleh Sandie Gunara</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0 0 10pt;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Abstrak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:normal;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Manfaat pendidikan musik bagi anak, hal ini dipandang perlu untuk diungkapkan, karena pada dasarnya mengetahui manfaat pendidikan musik bagi anak merupakan bagian yang sangat menunjang dalam rangka mengisi proses kehidupan di masa depan. Musik tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata, musik tidak akan dianggap lagi kurang memberikan kontribusi untuk kehidupan masa datang, musik tidak akan dianggap lagi sebagai mata pelajaran yang tidak penting, dan anggapan-anggapan negatif lainnya. Ironisnya anggapan negatif terhadap pendidikan musik pun dialami oleh para pendidik musik di daerah (terutama guru SD)</span></em><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"> sehingga dari kurangnya pemahaman para pendidik musik tentang hakikat pendidikan musik merupakan salah satu penyebab kurangnya penghargaan generasi muda terhadap pelajaran musik. Sebagai akibatnya, banyak siswa (yang nantinya akan menjadi bagian dari komunitas masyarakat) yang kurang menganggap pelajaran musik sebagai suatu pelajaran yang tidak perlu diperhatikan secara serius dan seringkali dikatakan sebagai pelajaran yang membosankan.<span>  </span><span>  </span><span>  </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV">Pendahuluan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan musik merupakan sebuah disiplin ilmu yang tidak terlalu baru sebagai bagian dari disiplin psikologi dan musikologi. Tetapi di Indonesia pendidikan musik masih dirasa sebagai disiplin ilmu yang masih baru. Walaupun demikian, penelitian-penelitian mengenai pendidikan musik ataupun penelitian mengenai musik implikasinya terhadap pendidikan, telah banyak dihasilkan. Hal ini merupakan sebuah gambaran kepedulian dan konsistensi para pendidik musik yang sedang tumbuh pada konsep holistik tentang musik, tidak hanya aspek motorik dan afeksi saja tetapi juga aspek kognisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:45pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pokok bahasan yang akan diulas pada artikel ini merupakan pengantar secara garis besar kepada pembaca mengenai manfaat-manfaat pendidikan musik bagi anak-anak yang telah banyak diteliti oleh para pendidik musik. Karena dari pengalaman penulis di daerah, banyak siswa termasuk gurunya (guru SD di daerah) yang kurang memahami manfaat dari pendidikan musik, pendidikan musik tidak perlu dianggap serius, sehingga dari kurangnya pemahaman tersebut proses pengajaran musik menjadi seadanya saja, dan “sekesampainya” guru saja. Sebagai akibatnya, siswa yang nantinya akan menjadi individu-individu masyarakat kritis menjadi kurang menghargai pelajaran musik, akhirnya menjadi masyarakat yang kurang kritis terhadap kesenian yang masuk dan kurang menghargai kesenian miliknya. Berdasarkan persoalan itulah, penulis sebagai orang yang bergelut dan yang konsisten terhadap pendidikan musik dirasa perlu untuk mengungkapkan manfaat pendidikan musik bagi anak. Apa saja manfaat yang terkandung dari pendidikan musik? Berikut pemaparan sederhana yang akan penulis ungkapkan dari hasil penelaahan literature dan hasil penelitian para pakar pendidikan musik.<span id="more-14"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Fungsi Pendidikan Musik Dalam Kehidupan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Menurut sejarahnya, musik telah digunakan sejak jaman Yunani untuk kepentingan penyembuhan, komunikasi, relaksasi dan kesenangan (baca: hiburan). Bahkan sebelum lahir, kita sadar akan detak jantung ibu dan pada masa kecil kita merasa tenang sekali ketika dinyanyikan lagu <em>nina bobo</em>. Setiap hari kita sering mendengar bunyi atau ritme dan bahkan bunyi tersebut dapat kita temukan di alam bebas seperti nyanyian burung yang sedang berkicau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Musik bagaikan sebuah kekuatan, yang dapat menciptakan emosi manusia, misalnya musik dimainkan untuk kebahagiaan pada acara pernikahan, musik dimainkan untuk rasa takut pada film horor dan musik dimainkan untuk terapi sehingga tercipta suasana relaksasi, berkurangnya rasa stress, dengan demikian mental manusia menjadi sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Selain pemaparan di atas, ternyata musik juga dapat menyeimbangkan otak manusia, yakni otak kiri dan otak kanan. Sehingga diharapkan dalam menentukan sikap maupun keputusan terhadap suatu masalah yang dijumpai, manusia tidak hanya menggunakan logika saja, melainkan diimbangi dengan perasaan agar lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.<span>  </span>Berdasarkan asumsi itulah, maka musik dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah umum. Dengan dimasukkannya musik ke dalam kurikulum sekolah, maka pelaksanaannya lebih ditekankan pada proses pembelajaran dari pada produk. Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka tujuan pembelajaran musik tidak mengharapkan siswa pandai menyanyi dan pandai memainkan alat musik, tetapi musik dijadikan sarana ekspresi, imajinasi, kreativitas dan apresiasi karya musik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Kemampuan-kemampuan seperti bekerja dalam tim, berkomunikasi, sikap menghargai, berpikir kreatif, perilaku yang tenang, berimajinasi, disiplin, kemampuan belajar dan mencipta, semuanya dipelajari dan ditumbuhkan dalam pembelajaran musik<em>. </em>Hal utama fungsi pendidikan musik dalam kehidupan <span> </span>bagi anak-anak adalah untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam bersosial dan hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Seperti yang diungkapkan oleh Droscher (2007) dalam makalahnya bahwa, pengajaran musik, berpikir kreatif, memecahkah masalah, berani mengambil resiko, berkerja dalam tim dan berkomunikasi dengan baik, merupakan alat yang tepat untuk kebutuhan hidup di masa depan. Jika kita tidak mendorong siswa-siswa pada kemampuan-kemampuan tersebut melalui pengajaran musik saat ini, bagaimana kita bisa mengharapkan mereka untuk sukses dalam kompetisi hidup di masa yang akan datang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> Dengan belajar musik, anak dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan seperti bekerja dalam tim dan disiplin. Hal ini bisa diaplikasikan pada saat penyajian musik ensamble, semua anggota harus dapat bekerja sama untuk menciptakan bunyi yang diharapkan dan latihan secara regular pun sangat diperlukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:42.55pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Masih banyak manfaat pendidikan musik yang mungkin saja belum terungkap, tetapi yang jelas idealnya anak-anak kita ingin mempunyai pengalaman sukses sepanjang hidupnya. Akhirnya, musik merupakan alat yang kuat untuk meningkatkan dan memperkaya kemampuan hidup manusia. Pendidikan musik harus terus didorong dan generasi muda kita harus memperoleh keuntungan dari manfaat ini. Intelegensi yang tinggi melalui meningkatnya berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, dan mempunyai persepsi tinggi terhadap kehidupan termasuk perilaku yang baik, keinginan yang kuat dalam mencapai sesuatu, sikap menghargai dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan Musik Di Sekolah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pada kurikulum saat ini, terdapat sejumlah mata pelajaran yang salah satunya mata pelajaran Seni dan Budaya. Jika diamati uraian bahasannya, mata pelajaran Seni dan Budaya<span>  </span>ini terdiri atas bahan ajaran pendidikan seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Mata pelajaran ini disajikan mulai dari kelas 1 SD sampai dengan kelas III SMA, dengan alokasi waktu mungkin sekitar 2 jam pelajaran setiap minggu. Hanya 2 jam saja pelajaran seni diberikan di sekolah. Dengan alokasi waktu yang disediakan dan bahan ajar yang beragam, pada umumnya para guru tidak dapat menyelengarakan pembelajaran sebagaimana mestinya. Apalagi kalau di sekolah tersebut hanya terdapat guru seni musik saja, maka nyaris pelajaran seni yang lain akan ditinggalkan. Disamping itu, ada diantara mereka yang berpendapat bahwa pendidikan seni merupakan pelajaran yang tidak penting, sangat disayangkan dengan pendapat itu. Alasannya karena mata pelajaran pendidikan seni tidak di-UAN-kan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Padahal apabila ditelaah lebih lanjut, menurut para ahli, pendidikan seni merupakan sarana yang paling efektif bagi pendidikan kreativitas. Pendidikan seni juga dapat menjadi sarana pendidikan afektif untuk menyalurkan emosi dan ekspresi anak. Selain itu, pendidikan seni dapat menjadi pendidikan keterampilan. Jadi secara konseptual, pendidikan seni sangat besar peranannya bagi proses perkembangan anak, terutama di Sekolah Dasar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Sebagai materi pembelajaran, mata pelajaran Seni dan Budaya perlu di pahami guru, mau dibawa kemana anak didik kita sehingga tercapai arah yang tepat. Eisner dan Chapman mengatakan bahwa, arah atau pendekatan seni baik itu seni rupa, seni musik, seni tari ataupun seni teater, secara umum dapat dipilah menjadi dua pendekatan, yakni seni dalam pendidikan dan pendidikan melalui seni. <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pertama</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">, <em>seni dalam pendidikan</em>. Secara hakiki materi seni penting diberikan kepada anak. Maksudnya adalah, keahlian melukis, menggambar, menyanyi, menari, memainkan musik dan keterampilan lainnya perlu ditanamkan kepada anak dalam rangka pengembangan kesenian dan pelestarian kesenian. Seni dalam pendidikan ini sejalan dengan konsep pendidikan yaitu sebagai proses pembudayaan yang dilakukan dengan upaya mewariskan atau menanamkan nilai-nilai dari generasi tua kepada generasi berikutnya. Oleh sebab itu, seni dalam pendidikan merupakan upaya kita sebagai pendidik seni dan juga lembaga yang menaungi kita untuk mewariskan, melestarikan, dan mengembangkan berbagai jenis kesenian yang ada terutama kesenian daerah/lokal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Sangat beragam sekali kesenian dan kerajinan yang berkembang di Indonesia ini. Dari mulai kesenian dan kerajinan tradisional sampai pada kesenian modern, banyak terhampar di depan mata kita. Misalnya batik, ukiran, anyaman, lukisan, pantun sunda, pupuh sunda, gamelan degung, tari tayub dan tari bedaya sampai pada berbagai jenis seni kontemporer. Dari kekayaan budaya kita tersebut apabila tidak diwariskan kepada anak melalui jalur pendidikan maka kita akan menunggu saatnya kesenian tersebut akan punah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Dari uraian di atas, maka seni dalam pendidikan merupakan sebuah program yang mengharapkan siswa pandai dalam bidang seni. Pandai menggambar, pintar menyanyi, terampil dalam menari, pandai memainkan alat musik dan sebagainya.<span>  </span>Memang terasa sangat sulit sekali apabila diterapkan pada sekolah umum, karena harus mempertimbangkan kualifikasi guru terhadap bidang seni tertentu, waktu yang cukup, dan sarana- prasarana yang memadai. Apabila dibahas lebih lanjut tentang kesulitan tersebut tidak akan tuntas bila kita hanya “mengumpat” saja . Untuk mengatasinya harus mulai dari pemangku kebijakan sampai pada pelaksana kebijakan dan harus mulai dari sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Kedua, pendidikan melalui seni.</span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"> Plato menyatakan bahwa seni seharusnya menjadi dasar pendidikan. Dari pendapat ini kita bisa beranggapan bahwa sesungguhnya seni atau pendidikan seni mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pendidikan secara umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Konsep pendidikan melalui seni juga dikemukan oleh Dewey bahwa seni seharusnya menjadi alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan bukannya untuk kepentingan seni itu sendiri. Maka melalui pendidikan melalui seni tercapai tujuan pendidikan yaitu keseimbangan rasional dan emosional, intelaktual dan kesadaran estetis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Merujuk pada konsep pendidikan melalui seni, maka pelaksanaannya lebih ditekankan pada proses pembelajaran dari pada produk. Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka sasaran belajar pendidikan seni tidak mengharapkan siswa pandai menyanyi, pandai memainkan musik, pandai menggambar dan terampil menari. Melainkan sebagai sarana ekspresi, imajinasi dan berkreativitas. Kalau memang ternyata melalui pendidikan seni dapat menghasilkan seniman maka itu merupakan dampak saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka guru pun dapat melaksanakannya. Kekurangan kemampuan guru dalam hal pendidikan seni dapat ditutup<span>  </span>dengan penggunaan berbagai media pembelajaran yang memadai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Lalu bagaimana dengan pendidikan musik? Tidak jauh beda seperti yang telah dipaparkan di atas, pendidikan musik khususnya banyak sekali memberikan kontribusi bagi perkembangan dan keseimbangan rasional, emosional intelektual dan kesadaran estetis. Banyak sekali hasil penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang pentingnya pendidikan seni khususnya musik bagi perkembangan anak, berikut beberapa hasil penelitian yang penulis rangkum dari <em>Bulletin of the Council for Research in Music Education, </em>diantaranya adalah sebagai berikut:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan musik/pendidikan seni, memudahkan perkembangan anak dalam bahasa dan kecepatan membaca.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">aktivitas bermusik/berkesenian sangat bernilai bagi pengalaman anak dalam berekspresi dan lain-lain.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">aktivitas bermusik/berkesenian membantu perkembangan sikap positif terhadap sekolah dan mengurangi tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">keterlibatan dalam kegiatan bermusik/berkesenian secara langsung mempertinggi perkembangan kreativitas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan musik/pendidikan seni memudahkan perkembangan sosial, penyesuain diri, dan perkembangan intelektual.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Dari penjelasan-penjelasan di atas, ternyata pendidikan seni khususnya musik sangat penting untuk perkembangan anak di masa depan. Pendidikan seni tidak lagi sebagai mata pelajaran tambahan yang sewaktu-waktu bisa saja dihilangkan. Bukankah pendidikan itu merupakan sesuatu hal yang penting untuk menolong siswa dalam mengembangkan intelektual, emosional dan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka? Maka pendidikan musik adalah bagian penting dan efektif untuk mewujudkan hal tersebut, walaupun sampai saat ini masih diragukan dan dikesampingkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Pendidikan Musik Dan Kreativitas</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Kreativitas mempunyai definisi yang berbeda-beda. Dari perbedaan tersebut menyebabkan pengertian kreativitas tergantung pada bagaimana orang mendefinisikannya. Tidak ada satu definisi pun yang dianggap dapat mewakili pemahaman yang beragam tentang kreativitas. Hal ini disebabkan oleh dua alasan. Pertama, sebagai suatu ”konstruk hipotesis”, kreativitas merupakan ranah psikologis yang kompleks dan multidimensional, yang mengundang berbagai tafsiran yang beragam. Kedua, definisi-definisi kreativitas memberikan tekanan yang berbeda-beda, tergantung dasar teori yang menjadi acuan pembuat definisi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Definisi-definisi kreativitas dapat dibedakan ke dalam dimensi person, proses, produk dan press. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Rhodes menyebutkan keempat dimensi kreativitas tersebut sebagai “<em>the four P’s of creativity”. </em></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Definisi kreativitas yang menekankan pada dimensi person dikemukan oleh Guilford: <em>kreativitas berhubungan dengan kemampuan karakteristik kreativitas orangnya</em>. Definisi yang menekankan pada proses yang diajukan oleh Munandar: <em>kreativitas adalah sebuah proses nyata seseorang dalam kefasihan, dan dalam<span>  </span>fleksibilitas originalitas berpikir.</em> Barron menekankan pada segi produk, yaitu: <em>kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru kedalam kehidupan.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Masih ada puluhan definisi mengenai kreativitas. Namun pada intinya kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Dari definisi tersebut intinya bahwa kreativitas merupakan bagian dari produk kreatif. Produk kreatif tersebut keberadaannya bisa yang baru atau belum pernah ada sebelumnya. Tetapi biasanya orang memandang produk kreatif memiliki sifat baru dan itulah yang menandai produk, proses atau orang kreatif. Sifat baru mempunyai beberapa ciri diantaranya: a) produk yang sifatnya baru sama sekali yang sebelumnya belum ada; b) produk yang memiliki sifat baru sebagai hasil kombinasi beberapa produk yang sudah ada sebelumnya; dan c) suatu produk yang bersifat baru sebagai hasil pembaruan (inovasi) dan pengembangan (evolusi) dari hal yang sudah ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Dalam bidang musik, sama halnya seperti tari, kimia atau matematik, seni rupa, dan puisi, terdapat istilah kreativitas yang spesifik dari macam-macam bidang tersebut. Di dalam puisi, kita berbicara bagaimana menulis atau membuat syair yang indah. Dalam tari, kita berbicara tentang koreografi. Dalam kimia atau matematik, kita berbicara tentang teori, memecahkan masalah atau eksperimen. Dalam seni rupa, kita berbicara tentang gambar, sketsa, warna, dan pahatan. Dalam musik, kita berbicara tentang bunyi, membuat atau mencipta, improvisasi, arransemen, penyajian dan sebagainya.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Mozart adalah seorang komponis yang banyak membuat atau menciptakan komposisi musik, diantaranya Sonata. Apa arti istilah kreatif dalam mencipta suatu komposisi musik tersebut? Kenapa menggunakan istilah kreativitas dalam membuat komposisi musik?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV"><span> </span>Seperti<span>  </span>yang telah diungkapkan oleh Elliot (1995), bahwa menggambar, menulis, berbicara, bernafas dan sebagainya merupakan istilah analogi kreativitas yang sederhana, karena menurut Elliot hal tersebut dikontrol secara individual oleh individu tersebut. Tetapi apakah kreativitas ini yang kita maksud ketika Mozart menciptakan komposisi musik? tentu saja tidak bukan!. Menurut Elliot (1995), kreativitas mempunyai hubungan dengan produk yang <em>tangible. </em>Jadi dalam konteks Mozart, kita menggunakan istilah kreativitas yang berhubungan dengan produk yang <em>tangible</em>, yakni adanya komposisi musik Sonata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Menggambar, menari, membuat komposisi musik merupakan aktivitas manusia yang dapat diidentifikasi, sama halnya ketika kita naik angkot, makan, mandi dan sebagainya. Tetapi menurut Dedi Supriadi (1994) dan Elliot (1995), contoh kreativitas tidak mudah untuk diungkapkan begitu saja, karena kreativitas sifatnya relatif dan tidak bisa diukur. Apalagi dalam mengidentifikasi kreativitas manusia, dalam prosesnya kita menilai sesuatu yang “pantas” yang telah dibuat orang. Seperti yang telah dijelaskan pada pengertian-pengertian kreativitas di atas termasuk Elliot, kreativitas yaitu membuat atau mengerjakan sesuatu yang hasilnya merupakan produk yang <em>tangible</em> yang mempertimbangkan nilai, kegunaan, dan sesuatu yang luar biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:37.4pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="SV">Implikasinya terhadap pendidikan, bahwa pendidikan musik merupakan sarana kreativitas anak, agar dimasa depan anak dapat berpikir konvergen atau berfikir menuju ke suatu jawaban khusus berdasarkan informasi yang diberikan. Kemudian melalui pendidikan musik anak dapat berpikir divergen atau anak mempunyai pemikiran yang menimbulkan berbagai macam alternatif jawaban terhadap suatu persoalan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dikmusik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dikmusik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dikmusik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dikmusik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dikmusik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dikmusik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dikmusik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dikmusik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dikmusik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dikmusik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dikmusik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dikmusik.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dikmusik.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dikmusik.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dikmusik.wordpress.com&amp;blog=6414904&amp;post=14&amp;subd=dikmusik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/19/manfaat-pendidikan-musik-bagi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81cc80e5f2f19cb20bbc9d1226f0db77?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dikmusik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN MUSIK, PENTINGKAH?</title>
		<link>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/02/pendidikan-musik-pentingkah/</link>
		<comments>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/02/pendidikan-musik-pentingkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 05:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dikmusik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dikmusik.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[  Oleh Sandie Gunara, M.Pd   “Buat apa kamu belajar musik, sudah aja kamu belajar matematika atau fisika, biar kamu jadi anak pintar.”   “ah, bu saya nyuruh anak saya les musik biar dia ada kesibukan aja, dari pada dia main gak karuan.”   Pernahkah Anda mendengar kedua kalimat di atas atau bahkan Anda sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dikmusik.wordpress.com&amp;blog=6414904&amp;post=3&amp;subd=dikmusik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Oleh </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Sandie Gunara, M.Pd</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">“Buat apa kamu belajar musik, sudah aja kamu belajar matematika atau fisika, biar kamu jadi anak pintar.” </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">“ah, bu saya nyuruh anak saya les musik biar dia ada kesibukan aja, dari pada dia main gak karuan.”</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Pernahkah Anda mendengar kedua kalimat di atas atau bahkan Anda sendiri yang pernah mengalaminya? Kita mungkin menyadari bahwa memang pendidikan musik sampai saat ini masih menjadi sesuatu hal yang baru bagi kita yang hidup di Negri tercinta ini. Bagi sebagian masyarakat dan para pemangku kebijakan, musik bukan merupakan sesuatu hal yang penting, musik hanyalah sebagai hiburan, musik hanyalah pengisi waktu bagi anak-anak. Musik tidak akan memberikan kontribusi untuk kehidupan masa datang, musik tidak akan memberikan sesuatu profesi yang menjanjikan. Bahkan dilingkungan sekolah pun masih banyak yang menganggap bahwa musik bukan suatu mata pelajaran yang begitu penting, betulkah? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Banyak guru dan orang tua anak baik itu yang belajar disekolah formal ataupun informal yang memandang sebelah mata tentang pendidikan musik. Sehingga apabila anaknya memiliki kekurangan pada mata pelajaran tertentu, maka orang tua menganggap anaknya “kurang pandai”, tetapi apabila anak memiliki nilai bagus pada mata pelajaran seni baik itu seni musik, seni rupa atau seni tari, orang tua menganggap hal tersebut bukan yang luar biasa, padahal anak tersebut mempunyai potensi dalam mata pelajaran tersebut yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Nah, disinilah perlunya kesadaran guru dan orang tua untuk mengetahui potensi apa yang terdapat pada anak-anaknya.<span id="more-3"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Hal yang sama terjadi pada sekolah informal, misalnya kursus musik. Karena anggapan awalnya para orang tua mengkursuskan anaknya hanya untuk mengisi waktu luang saja, maka pengawasan dirumah pun tidak serius, misalnya mengatur jam latihan atau meminta dan mengawasi anaknya untuk berlatih. Kenapa harus orang tua? Karena waktu terbanyak adalah di rumah dalam hal ini orang tualah yang mempunyai waktu terbanyak untuk mengawasi anaknya, guru les hanya bertemu 40-60 menit saja dalam seminggu. Kerjasama orang tua dengan guru les sangat ditekankan dalam hal ini apabila ingin mencapai kesuksesan dalam pendidikan musik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Berbicara mengenai mata pelajaran di sekolah, pada kurikulum 2007, terdapat sejumlah mata pelajaran yang salah satunya mata pelajaran Seni dan Budaya. Jika diamati uraian bahasannya, mata pelajaran Seni dan Budaya <span> </span>ini terdiri atas bahan ajaran pendidikan seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Mata pelajaran ini disajikan mulai dari kelas 1 SD sampai dengan kelas III SMA, dengan alokasi waktu mungkin sekitar 2 jam pelajaran setiap minggu. Ya, hanya 2 jam saja pelajaran seni diberikan di sekolah. Dengan alokasi waktu yang disediakan dan bahan ajar yang beragam, pada umumnya para guru tidak dapat menyelenggarakan pembelajaran sebagaimana mestinya. Apalagi kalau di sekolah tersebut hanya terdapat guru seni musik saja, maka nyaris pelajaran seni yang lain akan ditinggalkan. Disamping itu, ada diantara mereka yang berpendapat bahwa pendidikan musik merupakan pelajaran yang tidak penting, sangat disayangkan dengan pendapat itu. Alasannya karena mata pelajaran pendidikan musik tidak di-UAN-kan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Padahal apabila ditelaah lebih lanjut, menurut para ahli, pendidikan musik merupakan sarana yang paling efektif bagi pendidikan kreativitas. Pendidikan musik juga dapat menjadi sarana pendidikan afektif untuk menyalurkan emosi dan ekspresi anak. Selain itu, pendidikan musik dapat menjadi pendidikan keterampilan. Jadi secara konseptual, pendidikan musik sangat besar peranannya bagi proses perkembangan anak, terutama di Sekolah Dasar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Sebagai materi pembelajaran, mata pelajaran Seni dan Budaya perlu di pahami guru, mau dibawa kemana anak didik kita sehingga tercapai arah yang tepat. Eisner (1972) dan Chapman (1978) mengatakan bahwa, arah atau pendekatan seni baik itu seni rupa, seni musik, seni tari ataupun seni teater, secara umum dapat dipilah menjadi dua pendekatan, yakni seni dalam pendidikan dan pendidikan melalui seni. <em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:&quot;">Pertama</span></em><span style="font-family:&quot;">, <em>seni dalam pendidikan</em>. Secara hakiki materi seni penting diberikan kepada anak. Maksudnya adalah, keahlian melukis, menggambar, menyanyi, menari, memainkan musik dan keterampilan lainnya perlu ditanamkan kepada anak dalam rangka pengembangan kesenian dan pelestarian kesenian. Seni dalam pendidikan ini sejalan dengan konsep pendidikan yaitu sebagai proses pembudayaan yang dilakukan dengan upaya mewariskan atau menanamkan nilai-nilai dari generasi tua kepada generasi berikutnya (baca: guru kepada murid). Oleh sebab itu, seni dalam pendidikan merupakan upaya kita sebagai pendidik seni dan juga lembaga yang menaungi kita untuk mewariskan, melestarikan, dan mengembangkan berbagai jenis kesenian yang ada baik lokal maupun mancanegara.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Sangat beragam sekali kesenian yang berkembang di Indonesia ini. Dari mulai kesenian tradisional sampai pada kesenian modern, banyak terhampar di depan mata kita. Misalnya batik, ukiran, anyaman, lukisan, pupuh sunda, gamelan, kecapi, biola, piano, tari tayub dan tari bedaya, balet sampai pada berbagai jenis seni kontemporer. Dari kekayaan tersebut apabila tidak diwariskan kepada anak melalui jalur pendidikan maka kita akan menunggu saatnya kesenian tersebut akan dijauhi oleh anak kita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dari uraian di atas, maka seni dalam pendidikan merupakan sebuah program yang mengharapkan siswa pandai dalam bidang seni. Pandai menggambar, pintar menyanyi, terampil dalam menari, pandai memainkan alat musik dan sebagainya.<span>  </span>Memang terasa sangat sulit sekali apabila diterapkan pada sekolah umum, karena harus mempertimbangkan kualifikasi guru terhadap bidang seni tertentu, waktu yang cukup, dan sarana- prasarana yang memadai. Tetapi bagi orang tua yang ingin anaknya terampil dalam bidang seni tertentu jangan khawatir, sudah banyak terhampar di depan mata kita sanggar-sanggar, kursus musik, kursus menggambar dan sebagainya, untuk kita pergunakan seoptimal mungkin bagi perkembangan anak kita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:&quot;">Kedua, pendidikan melalui seni.</span></em><span style="font-family:&quot;"> Plato menyatakan bahwa seni seharusnya menjadi dasar pendidikan. Dari pendapat ini kita bisa beranggapan bahwa sesungguhnya seni atau pendidikan seni mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pendidikan secara umum.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Konsep pendidikan melalui seni juga dikemukan oleh Dewey bahwa seni seharusnya menjadi alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan bukannya untuk kepentingan seni itu sendiri. Maka melalui pendidikan melalui seni tercapai tujuan pendidikan yaitu keseimbangan rasional dan emosional, intelektual dan kesadaran estetis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Merujuk pada konsep pendidikan melalui seni, maka pelaksanaannya lebih ditekankan pada proses pembelajaran dari pada produk. Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka sasaran belajar pendidikan seni tidak mengharapkan siswa pandai menyanyi, pandai memainkan alat musik, pandai menggambar dan terampil menari. Melainkan sebagai sarana ekspresi, imajinasi dan berkreativitas untuk menumbuhkan keseimbangan rasional dan emosional, intelektual dan kesadaran estetis. Kalau memang ternyata melalui pendidikan seni dapat menghasilkan seorang seniman maka itu merupakan dampak saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka guru pun dapat melaksanakannya. Kekurangan kemampuan guru dalam hal pendidikan seni dapat ditutup<span>  </span>dengan penggunaan berbagai media pembelajaran yang memadai. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Seperti yang telah dipaparkan di atas, pendidikan musik khususnya banyak sekali memberikan kontribusi bagi perkembangan dan keseimbangan rasional, emosional, intelektual dan kesadaran estetis. Banyak sekali hasil penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang pentingnya pendidikan seni khususnya musik bagi perkembangan anak, berikut beberapa hasil penelitian yang penulis rangkum dari <em>Bulletin of the Council for Research in Music Education, </em>diantaranya adalah sebagai berikut:</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Pendidikan musik/pendidikan seni, memudahkan perkembangan anak dalam bahasa dan kecepatan membaca.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">aktivitas bermusik/berkesenian sangat bernilai bagi pengalaman anak dalam berekspresi dan lain-lain.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">aktivitas bermusik/berkesenian membantu perkembangan sikap positif terhadap sekolah dan mengurangi tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">keterlibatan dalam kegiatan bermusik/berkesenian secara langsung mempertinggi perkembangan kreativitas.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Pendidikan musik/pendidikan seni memudahkan perkembangan sosial, penyesuian diri, dan perkembangan intelektual.</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dari penjelasan-penjelasan di atas, ternyata pendidikan <span> </span>musik sangat penting untuk perkembangan anak di masa depan. Pendidikan musik tidak lagi sebagai mata pelajaran tambahan yang sewaktu-waktu bisa saja dihilangkan atau hanya sekedar pengisi waktu luang bagi anak-anak yang kursus musik. <span> </span>Bukankah pendidikan itu merupakan sesuatu hal yang penting untuk menolong siswa dalam mengembangkan intelektual, emosional dan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka? Hal ini merupakan tugas para guru dan orang tua untuk mewujudkan hal tersebut. Maka pendidikan musik/pendidikan seni adalah bagian penting dan efektif untuk mewujudkan hal tersebut, walaupun sampai saat ini masih diragukan dan dikesampingkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:right;margin:0;" align="right"><em><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Penulis adalah staf pengajar UPI</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dikmusik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dikmusik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dikmusik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dikmusik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dikmusik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dikmusik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dikmusik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dikmusik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dikmusik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dikmusik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dikmusik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dikmusik.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dikmusik.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dikmusik.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dikmusik.wordpress.com&amp;blog=6414904&amp;post=3&amp;subd=dikmusik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/02/pendidikan-musik-pentingkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81cc80e5f2f19cb20bbc9d1226f0db77?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dikmusik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/02/hello-world/</link>
		<comments>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 04:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dikmusik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dikmusik.wordpress.com&amp;blog=6414904&amp;post=1&amp;subd=dikmusik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dikmusik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dikmusik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dikmusik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dikmusik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dikmusik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dikmusik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dikmusik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dikmusik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dikmusik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dikmusik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dikmusik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dikmusik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dikmusik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dikmusik.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dikmusik.wordpress.com&amp;blog=6414904&amp;post=1&amp;subd=dikmusik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dikmusik.wordpress.com/2009/02/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/81cc80e5f2f19cb20bbc9d1226f0db77?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dikmusik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
